You are here
Jembatani Kesenjangan Industri Prodi Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY Gelar Workshop Kesiapan Karir Masa Depan

YOGYAKARTA, elektronika.vokasi.uny.ac.id – Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknik Elektronika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (FV UNY) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Persiapan Memasuki Dunia Kerja pada Sabtu (23/5/2026). Bertempat di Aula Fakultas Vokasi UNY, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 50 mahasiswa tingkat akhir yang tengah bersiap menyelesaikan masa studi mereka dan bertransisi menuju Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Workshop strategis ini dirancang khusus untuk memperkecil jarak (gap) antara kompetensi akademis mahasiswa di kampus dengan ekspektasi nyata para rekruter di industri teknologi dan manufaktur modern.
Mengubah Proyek Lab Menjadi Portofolio Industri Nyata
Sesi pertama diawali oleh pemaparan materi dari internal program studi yang disampaikan langsung oleh Dr. Aris Nasuha, S.Si., M.T. Dengan mengusung tema "Navigasi Karir D4 Elektronika: Membangun Peta Jalan Sukses dari Kampus UNY Menuju Dunia Industri", ia menekankan bahwa keunggulan terbesar lulusan sarjana terapan terletak pada kekuatan hands-on experience dan ketajaman logika troubleshooting perangkat keras.

Dr. Aris Nasuha saat memaparkan materi mengenai penyelarasan (Link & Match) kurikulum vokasi dengan realitas kebutuhan industri.
"Kurikulum kita telah diselaraskan melalui skema Link & Match dengan industri. Tugas Akhir yang kalian kerjakan jangan hanya menjadi pajangan laboratorium, melainkan harus dikemas sebagai portofolio penyelesaian masalah nyata (industrial problem solving)" tegas Dr. Aris.
Beliau juga memaparkan deretan hard skills krusial yang saat ini mendominasi pencarian rekruter teknik, seperti keahlian pemrograman PLC & HMI, penerapan Industrial IoT (protokol Modbus dan MQTT), serta keahlian desain PCB profesional. Selain itu, mahasiswa dibekali pemahaman pentingnya kepemilikan Sertifikat Kompetensi BNSP dan sertifikasi vendor global (seperti Schneider atau Siemens) untuk dicatatkan ke dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Menutup sesinya, Dr. Aris juga mengingatkan mahasiswa untuk bijak memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten diskusi penemu error kode sirkuit, tanpa menghilangkan intuisi dasar engineering mereka.
Menjadi "Engineer Manusia": Memahami Taktik dan Trik Rekrutmen
Jika sesi pertama fokus pada penajaman aspek teknis, sesi kedua yang dibawakan oleh praktisi DUDI, Iffah Fatma Dzakiyasmin, S.Psi., berfokus pada pengembangan diri, taktik rekrutmen, dan aspek soft skills. Melalui materi bertajuk "Career Preparation: Blueprint for Success, Engineering Your Career Path", Iffah membuka sudut pandang baru bahwa IPK tinggi saja tidak cukup untuk menembus ketatnya seleksi kerja.

Iffah Fatma Dzakiyasmin, S.Psi. saat menjelaskan pentingnya konsep "Engineer Manusia" dan taktik personal branding bagi lulusan teknik.
"Industri saat ini mencari seorang 'Engineer Manusia'. Rekruter melihat keseimbangan utuh antara Attitude (mentalitas kerja), kemampuan komunikasi lintas divisi, serta profesionalisme dalam memasarkan keahlian teknis secara tertulis maupun lisan," jelas Iffah.
Mahasiswa dipandu secara praktis untuk merombak Curriculum Vitae (CV) mereka agar menjadi ATS-Friendly menggunakan formula penulisan berdampak (Action + Context + Result). Iffah juga mengajarkan cara mengoptimalkan LinkedIn dan GitHub sebagai ruang pamer portofolio digital gratis yang sangat sering dipantau oleh para pemburu bakat (headhunter) perusahaan multinasional.
Antusiasme Tinggi dalam Simulasi Teknik STAR
Puncak keseruan acara terlihat saat memasuki sesi interaktif simulasi wawancara kerja menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Sebanyak 50 mahasiswa tingkat akhir secara bergantian mempraktikkan cara merespons pertanyaan jebakan wawancara perilaku (behavioral interview) di hadapan pemateri.
Panitia pelaksana yang digawangi oleh Faris Yusuf Baktiar, M.Cs mencatat tingginya antusiasme peserta pada sesi ini, meskipun keterbatasan waktu membuat jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab berlangsung sangat padat hingga melewati jadwal semula.

Salah satu mahasiswa tingkat akhir D4 Teknik Elektronika saat melakukan simulasi teknik interview STAR di depan pemateri.
Melalui pelaksanaan workshop ini, pihak Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika berharap para calon lulusan tahun 2026 memiliki kesiapan mental yang matang, kepercayaan diri yang kokoh, serta strategi taktis yang siap diimplementasikan untuk segera terserap di pasar kerja nasional maupun global pasca-kelulusan nanti.

Foto bersama seluruh peserta mahasiswa tingkat akhir, panitia prodi, serta narasumber di akhir kegiatan workshop kesiapan kerja 2026.
Copyright © 2026,