Sarjana Terapan Teknik Elektronika
Published on Sarjana Terapan Teknik Elektronika (https://d4te.fv.uny.ac.id)

Home > Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY Kenalkan Teknologi UAV melalui Workshop Qubit Mini Drone di Olifant School

Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY Kenalkan Teknologi UAV melalui Workshop Qubit Mini Drone di Olifant School

Yogyakarta, 2 Juni 2026 — Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika, DTEE, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Qubit Mini Drone bagi siswa Olifant School Yogyakarta. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Qubit Instrumen dan AMX UAV Technologies sebagai upaya memperkenalkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV), robotika terbang, serta pembelajaran STEM berbasis praktik kepada siswa.

Workshop dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Rangkaian kegiatan mencakup penyampaian materi fundamental UAV dan quadrotor, pengenalan komponen Qubit Mini Drone, praktik perakitan, pengarahan keselamatan, latihan pilot, praktik terbang berkelompok, evaluasi kegiatan, serta penyerahan simbolik Qubit Mini Drone kepada Olifant School.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pihak Olifant School dan Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY. Sambutan dari tim program studi disampaikan oleh Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika, Dr. Aris Nasuha, S.Si., M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya memberikan pengalaman belajar teknologi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memungkinkan siswa mengenal proses rekayasa, perakitan, pengujian, dan pengoperasian suatu sistem elektronika secara langsung.

Workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY dalam mendiseminasikan produk inovasi lokal dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan sekolah. Qubit Mini Drone diposisikan sebagai media belajar robotika terbang yang memungkinkan peserta mengenal sistem drone dari sisi elektronika, mekanika, pengendalian, keselamatan, hingga pengoperasiannya.

Sesi materi dasar UAV disampaikan oleh Ir. Oktaf Agni Dhewa, S.Si., M.Cs. Materi meliputi pengertian UAV, perkembangan dan pemanfaatan drone, perbedaan antara pesawat fixed-wing dan multicopter, serta prinsip kerja quadrotor.

Peserta juga diperkenalkan dengan empat gerakan dasar drone, yaitu throttle, yaw, pitch, dan roll. Penjelasan disampaikan secara visual dan kontekstual agar mudah dipahami oleh siswa. Selain memahami bagaimana drone dapat bergerak dan mempertahankan kestabilannya, peserta memperoleh gambaran mengenai fungsi motor, propeller, baterai, sensor, dan flight controller sebagai satu kesatuan sistem.

Materi tersebut menjadi landasan sebelum peserta memasuki kegiatan praktik. Dalam pendekatan pembelajaran yang digunakan, siswa tidak hanya diarahkan agar mampu menerbangkan drone, tetapi juga memahami proses rekayasa secara bertahap melalui kegiatan memahami sistem, merakit, menguji, dan mengevaluasi hasilnya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep Engineering Design Process yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran Qubit Drone.

Setelah memperoleh materi dasar, peserta mengikuti sesi pengenalan teknis Qubit Mini Drone. Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan frame, motor, propeller, baterai, unit kendali, serta bagian-bagian lain yang membentuk sistem drone.

 

Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melaksanakan praktik perakitan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa didampingi oleh tim dosen dan lima mahasiswa Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY. Mahasiswa bertugas membantu peserta mengenali komponen, mengikuti urutan perakitan, memeriksa ketepatan pemasangan, serta menangani kendala teknis yang muncul selama praktik.

Keterlibatan mahasiswa memberikan suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Peserta dapat berdiskusi langsung dengan fasilitator mengenai fungsi komponen dan prosedur kerja yang benar. Selain Ir. Oktaf Agni Dhewa, S.Si., M.Cs., kegiatan ini juga melibatkan Ahmad Taufiq Mussadid, S.T., M.Eng., khususnya dalam mendukung pelaksanaan praktik teknis, pendampingan sistem elektronika, dan kesiapan perangkat sebelum dilakukan pengujian.

Safety Briefing, Testing, dan Latihan Pilot

Sebelum drone diterbangkan, peserta mendapatkan safety briefing mengenai batas area terbang, jarak aman, pemasangan propeller, prosedur mengaktifkan dan menonaktifkan drone, serta tahapan take-off dan landing. Keselamatan menjadi bagian penting karena pembelajaran tidak hanya menekankan keberhasilan menerbangkan drone, tetapi juga kedisiplinan dalam mengikuti prosedur operasi.

Pada latihan pilot dasar, instruktur memperagakan cara menghubungkan drone dengan perangkat kendali, menyalakan sistem, melakukan take-off, mempertahankan posisi hovering, menggerakkan drone, melakukan rotasi, dan mendarat dengan aman. Selanjutnya, peserta mencoba mengoperasikan drone secara bergantian dengan pendampingan dosen dan mahasiswa.

Praktik dilanjutkan di area luar ruangan agar peserta memperoleh pengalaman menerbangkan Qubit Mini Drone dalam ruang yang lebih terbuka. Peserta berlatih mengendalikan arah gerak, menjaga kestabilan, serta mendaratkan drone pada area yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut melatih koordinasi, konsentrasi, kerja sama tim, dan keberanian peserta dalam mengoperasikan teknologi baru secara aman.

Evaluasi Workshop dan User Acceptance Qubit Mini Drone

Sebelum penyerahan simbolik Qubit Mini Drone, peserta mengikuti sesi evaluasi yang dipandu oleh Faris Yusuf Baktiar, S.Si., M.Cs. Evaluasi dilakukan melalui pengisian Google Form untuk memperoleh umpan balik mengenai penyelenggaraan workshop sekaligus mengukur tingkat penerimaan pengguna atau user acceptance terhadap produk Qubit Mini Drone.

Evaluasi penyelenggaraan mencakup pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan, kejelasan penyampaian materi, manfaat praktik, kualitas pendampingan, keselamatan kegiatan, serta saran untuk pengembangan workshop berikutnya. Sementara itu, evaluasi user acceptance digunakan untuk memperoleh masukan mengenai pengalaman peserta ketika mengenal, merangkai, dan menerbangkan Qubit Mini Drone.

Data tersebut menjadi masukan penting bagi Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY, Qubit Instrumen, dan AMX UAV Technologies untuk menyempurnakan produk, modul pembelajaran, prosedur praktik, serta model pelatihan yang akan diterapkan pada kegiatan berikutnya. Dalam rundown kegiatan, sesi evaluasi memang ditempatkan sebelum penyerahan simbolik agar tanggapan peserta dapat diperoleh setelah seluruh rangkaian materi dan praktik selesai dilaksanakan.

Penyerahan Simbolik Qubit Mini Drone

Pada akhir acara, Dr. Aris Nasuha, S.Si., M.T., selaku Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika, menyampaikan sambutan penutup sekaligus mewakili tim dalam penyerahan simbolik Qubit Mini Drone kepada Olifant School.

Penyerahan perangkat tersebut menjadi simbol dukungan terhadap keberlanjutan pembelajaran teknologi, robotika, UAV, dan STEM di lingkungan sekolah. Qubit Mini Drone diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam bidang elektronika, pemrograman, integrasi sistem, dan teknologi robot terbang.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika FV UNY menegaskan perannya dalam menghubungkan pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Kolaborasi bersama Qubit Instrumen, AMX UAV Technologies, dan Olifant School diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berkembang menjadi pembinaan robotika terbang yang terstruktur, aman, dan berkelanjutan.


Source URL:https://d4te.fv.uny.ac.id/id/berita/1988